Tag Archives: #yesusdananakanak #sentuhankasih #kasihtuhan #firmantuhan

”SENTUHAN”

Markus 10:13, 16 – “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

 

Kekuatan sentuhan adalah hal yang luar biasa. Hampir semua anak secara naluriah mencarinya. Bayi menangis sampai seseorang mengangkatnya. Balita menaiki orang tua mereka dan memeluk kaki mereka ketika mereka gugup. Anak-anak yang lebih tua meminta pelukan atau menyelinap ke tempat tidur orang tua mereka jika mereka pikir mereka bisa lolos begitu saja. Kemudian mereka tidur miring dengan kepala pada satu orangtua dan kaki mereka di wajah orang lain! Orang tua mungkin tidak tidur nyenyak, tetapi anak menyukainya. Ada sesuatu arti tentang kontak sentuhan tubuh yang mengomunikasikan cinta, kedamaian, dan keamanan.

 

Mungkin inilah alasan mengapa orang tua membawa anak-anak mereka kepada Yesus untuk disentuh. Mereka tahu secara insting bahwa itu baik untuk mereka. Mereka ingin Yesus memberkati mereka dalam kedamaian, kasih, dan keamanan-Nya. Kami ingin Dia melakukan ini untuk kami juga!

 

Yesus tahu tentang sentuhan dari pengalaman-Nya sendiri. Sebagai Anak Allah yang menjadi manusia, Ia menghabiskan sembilan bulan di rahim Maria, selalu menyentuh dan selalu tersentuh. Dia ditahan dan dimainkan sebagai seorang bayi. Tidak diragukan lagi Dia berlari ke orang tua-Nya untuk pelukan ketika Dia masih balita. Dia tahu kekuatan sentuhan untuk mengkomunikasikan cinta. Dan sebagai pria dewasa di tengah-tengah pelayanan publik-Nya, Dia menggunakan kekuatan sentuhan itu untuk memberkati anak-anak.

 

Sekarang ini agak sulit bagi kita, karena Tuhan Yesus telah naik ke surga, dan kita tidak dapat secara fisik melihat-Nya atau menyentuh-Nya seperti yang dilakukan para murid- murid pertama. Tetapi kebutuhan kita akan kasih-Nya, berkat-Nya, “sentuhan” -Nya tetap kuat seperti sebelumnya.

 

Mungkin inilah alasan mengapa Tuhan memberi kita Baptisan dan Perjamuan Kudus. Dia tahu bagaimana kita dibuat dan apa arti indra bagi kita. Mendengar Firman Tuhan itu hebat, dan begitu juga membacanya dengan mata kita. Masih perlu, kami ingin lebih. Kami ingin Yesus menyentuh kami. Dan demikianlah, Dia memberikan kita sendiri dalam Perjamuan Tuhan. Dia memberi kita hidup baru di air Pembaptisan. Dia menghubungkan kita dengan kematian-Nya di kayu salib demi kita, dan untuk kebangkitan-Nya. Dan kita diampuni, kita disembuhkan, kita dihibur dan diberkati. Sentuhan Tuhan dalam hidup kita memberi kita bantuan dan kekuatan.

Tetapi Yesus bahkan lebih dari itu. Dia memberi kita karunia Roh Kudus untuk hidup, bukan hanya menyentuh kita, tetapi di dalam kita, mengisi hati dan pikiran kita, menghubungkan kita kepada Juruselamat kita. Koneksi itu selalu ada; kita tidak pernah sendirian, meskipun terkadang kita merasa seperti itu. Kami selalu terhubung dengan-Nya. Terima kasih kepada Tuhan.

 

DOA: Ya Tuhan, terima kasih karena telah menghubungkan saya kepadaMu. Bantu saya untuk percaya pada Mu, bahkan ketika saya tidak bisa merasakan sentuhan Mu. Amin.

 

Devosi Harian aslin ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.

Bacaan Alkitab Hari Ini: Yesaya 59-61 Roma 11: 19-36

 

-YL